24 September 2018

Sosiologi Dakwah


Gerakan Dakwah
Makalah
Mata Kuliah : Sosiologi Dakwah
Dosen Pengampu: Suprihatiningsih, S.Ag, M.Si




Disusun Oleh :

Ahmad Nur Rosyid                     (1401026100)








FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2018






I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memliki penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak organisasi masa yang bergerak di dalam berbagai bidang. Tetapi banyak organisasi masa di Indonesia yang begerak pada bidang keagamaan, terutama agama Islam. Organisasi masa ini melakukan berbagai macam kegiatan untuk kepentingan umat Islam, seperti berdakwah, dalam bidang pendidikan, bantuan sosial, dan hal-hal yang positif lainnya.
Dari berbagai macam kegiatan yang di lakukan oleh organisasi masa Islam tersebut, yang di utamakan adalah berdakwah. Untuk terus menyebarkan kebenaran dan mengajak kepada amar ma’ruf nahyi munkar. Maka dari itu, organisasi masa Islam ini dapat di sebut sebagai gerakan dakwah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa nilai-nilai dasar dakwah?
2.      Bagaimana ideologi gerakan dakwah?
3.      Apa model-model gerakan dakwah?
4.      Bagaimana perbandingan gerakan dakwah dengan gerakan keagamaan non Islam?



II
PEMBAHASAN MATERI

A.           Nilai-nilai Dasar Dakwah
Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap kaum muslimin (fardhu ‘ain). Setiap muslim harus mengajak orang lain kepada kebeneran dan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar. Dakwah sendiri mempunyai nilai-nilai dasar yang harus di ketahui setiap orang yang ingin berdakwah. Nilai-nilai dasar dakwah yaitu:
1.      Kembali kepada syari’at
Untuk memecahkan persoalan hidup sebagai orang perseorangan atau persoalan hidup, hidup berumah tangga, bermasyarakat dan bersuku bangsa.
2.      Fungsi hidup
Sebagaihamba Allah yang berbagaijenis, bermacampolapendiriandankepercayaanyaknifungsisebagai : “syuhada-a alannaas” menjadipelopordanpengawasbagiumatmanusia.
3.      Tujuan hidup
Tujuanhidup yang hakikiyaituuntukmenyembah Allah.Tetapibukandalamartimeninggalkankehidupanduniawi. Yang dimaksudkanialahmenyembah Allah dalamartimemusatkanpenyembahankepada Allah SubhanahuWaTa’alasemata-matadenganmenjalanidanmengatursegalasegidanaspekkehidupan di duniaini, aspeklahirdanaspekbatin, sesuaikehendakilahi. (IdeologisasiGerakanDakwahEpisodKehidupan. hal. 61)

B.            Ideologi Gerakan Dakwah
Di Indonesia, banyak organisasi masa Islam atau gerakan dakwah yang terus berusaha untuk memajukan agama Islam. Gerakan dakwah ini diantaranya adalah Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahdlatul ‘Ulama, Al-Irsyad, dan masih  banyak gerakan dakwah lainnya. Mayoritas gerakan dakwah di Indonesia berideologi Ahlus sunnah wal jamaah, yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi masa islam tertua di Indonesia. Muhammadiyah lahir pada tanggal 18 Nopember 1912 di Yogyakarta, berkat seorang Mujadid bernama K. H. Ahmad Dahlan. Kelahiran Muhammadiyah merupakan bagian dari daya kreatif ummat Islam Indonesia. Oleh karena itu, sejarah perkembangan Muhammadiyah adalah dinamika dan mekanisme hubungan daya kreatif intelek manusia muslim dan berbagai persoalan hidupnya dengan norma ajaran Islam.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa dibalik kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah terdapat suatu kerangka berpikir yang rasional dan metodologis. Suatu kerangka berpikir yang merupakan pola sikap dan tindakan para pendukung organisasi tersebut.
Adapun landasan normatif ideologi Muhammadiyah adalah Q.S. Ali-Imran:104 (Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.).(K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam prespektif perubahan sosial. hal. 9)
Muhammadiyah merupakan gerakan reformasi. Gerakan reformasi merupakan upaya untuk memajukan masyarakat tanpa banyak mengubah struktur dasarnya. Gerakan semacam ini biasanya muncul di negara-negara demokratis, sebaliknya jarang terjadi di negara-negara yang tidak membenarkan perbedaan pendapat. (Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. hal. 198)

C.       Model-Model Gerakan Dakwah
Secara garis besar prinsip strategi keperjuangan Muhammadiyah terdiri dari beberapa konsep. Pertama, pendalaman akidah bagi pimpinan dan anggota. Kedua, memperluas wawasan pemahaman Islam. Ketiga, korektif dan musyawarah. Keempat, pengembangan keterbukaan dan kemerdekaan berpikir secara rasional. Kelima, dakwah Islam merupakan konsep umum pengembangan tata kehidupan Islam. Keenam, politik dalam pengertiannya yang luas merupakan sub-sistem dari konsep dan gerakan dakwah Islam. Oleh karena itu, Muhammadiyah bukan bagian dari suatu golongan atau partai politik tertentu. Ketujuh, penerbitan administrasi dan organisasi. Kedelapan, profesionalisasi dan spesialisasi sebagai metode pembagian kerja dan tugas dalam gerakan dakwah. Kesembilan, peningkatan mutu kehidupan sosial dan ekonomi anggota serta warga masyarakat antara lain dilakukan peningkatan mutu amal-usaha Muhammadiyah dibidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Kesepuluh, Ukhuwah Islamiyah sebagai prinsip hubungan kemasyarakatan. (Pemikiran K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Hal. 54)
     Muhammadiyah pun berpartisipasi di dalam berbagai bidang, diantaranya bidang agama, bidang pendidikan, dan bidang kemasyarakatan.
1.      Bidang agama
Dengan mengingat bahwa tugas Muhammadiyah adalah memurnikan ajaran Islam dari pengaruh-pengaruh sinkretisme, mistisisme, maka peranan Muhammadiyah dalam bidang agama sangat besar sekali. Muhammadiyah menyadari benar bahwa kebanyakan umat Islam khususnya di awal lahirnya gerakan ini belum mendalami benar nilai hakiki ajaran islam, apalagi menjalankan ajaran agama itu dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Muhammadiyah melakukan perbuaan baik (amar makruf) tidak berarti lain kecuali percaya sepenuhnya kepada keesaan Tuhan (Tauhid) dan menolak tindakan yang menyekutukan Tuhan (Syirik).
2.      Bidang pendidikan
a.       Sistem pendidikan pesantren
1)      Pondok
2)      Masjid
3)      Pengajaran kitab-kitab Islam klasik
4)      Santri
5)      Kyai
b.      Sistem pendidikan barat
Sistem pendidikan pesantren lebih menekankan pada dimensi religius-spiritual, namun pendidikan Barat lebih berfokus pada pengetahuan dan ketrampilan duniawi, yaitu pendidikan umum.
Dualisme sistem pendidikan sebagaimana yang di jelaskan di atas bagi Muhammadiyah dipahami sebagai suatu kondisi yang tidak menguntungkan. Dengan menyadari kondisi seperti itu maka Muhammadiyah mengambil langkah-langkah dalam upaya mewujudkan cita-citanya, yaitu lahirnya intelektual-ulama dan yang sekaligus ulama-intelektual. Untuk maksud tersebut Muhammadiyah memulainya dari gagasan Ahmad Dahlan  sendiri selaku  tokoh pendiri Muhammadiyah.
3.      Bidang kemasyarakatan
Perhatian pertama Muhammadiyah terhadap bidang kemasyarakatan dimulai dengan menetapkan suatu lembaga yang bernama Penolong Kesengsaraan Umat (PKU). Dalam rangka itu maka tugas Majelis PKU, yaitu lembaga yang membantu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam hal pelaksanaan program sosial-kemasyarakatan adalah: penyelenggaraan amal-usaha serta tugas pekerjaan persyarikatan dalam bidang kesejahteraan sebagai sarana dakwah.
Bidang garap Muhammadiyah dalam program kemasyarakatan ini memang sangat luas meliputi: rumah sakit, poliklinik, balai pengobatan, rumah bersalin, panti asuhan, panti jompo, BKIA, pusat kesehatan, apotik, dan lain-lain.
Dengan partisipasi yang telah dilaksanakannya itu Muhammadiyah membuktikan diri bahwa ia adalah gerakan pembaharuan bermotto “amar ma’ruf nahi munkar” yang memiliki kecintaan yang dalam terhadap masyarakat Indonesia secara menyeluruh. (Gerakan Pembaruan Muhammadiyah. hal. 60-75)

D.           Perbandingan Gerakan Dakwah dengan Gerakan Keagamaan Non Islam
Pergerakan dakwah islam dan non islam dapat dikatakan sangat berbeda. Perbedaan yang dimilikipun cukup jauh. Dikatakan demikian karena banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses dakwah yang dijalankan oleh masing-masing agama. Contohnya agama kristen, dalam agama kristen terdapat ideologi paganisme yang memiliki arti penyembahan terhadap berhala sangat berbanding terbalik dengan agama Islam yang mengharamkan penyembahan terhadap sesuatu selain Allah Ta’ala.
Gerakan keagamaan non-Islam ini banyak medapatkan sokongan dana yangsangat besar dari perusahaan-perusahan berikut: Microsoft, KFC, Coca-Cola, Nestle, dan berbagai perusahaan yang di bawah naungan orang-orang non-Islam. Tidak hanya itu, namun dalam pergerakan keagamaan non-Islam ini juga didukung kerjasama dengan radio, film, dan buku-buku pergerakan mereka. Pada tahun 1886 buku “ The Crissis of Missions” yang ditulis oleh Pierson dalam hanya 100 tahun terjemah-terjemah Alkitab bertambah dari 50 menjadi 250. Badan-badan misi dari 7 menjadi 100 misionaris dari 170 menjadi 3000. Kontribusi dari 250.000 dollar menjadi 10  juta dollar. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwasanya gerakan non-Islam maju dengan sangat pesat, sehingga pergerakan non-Islam semakin bertambah dan kuat.



III
PENUTUP

Kesimpulan
Dakwah memiliki nilai-nilai dasar yaitu kembali kepada syariat, fungsi hidup, dan tujuan hidup.
Gerakan dakwah di Indonesia sangat banyak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul ‘Ulama, Al-Irsyad, dan masih banyak lagi. Gerakan-gerakan dakwah tersebut bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah. Kelahiran Muhammadiyah merupakan bagian dari daya kreatif ummat Islam Indonesia. Oleh karena itu, sejarah perkembangan Muhammadiyah adalah dinamika dan mekanisme hubungan daya kreatif intelek manusia muslim dan berbagai persoalan hidupnya dengan norma ajaran Islam. Adapun landasan normatif ideologi Muhammadiyah adalah Q.S. Ali-Imran:104 (Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.).
Muhammadiyah pun berpartisipasi di dalam berbagai bidang, diantaranya bidang agama, bidang pendidikan, dan bidang kemasyarakatan.
Perbandingan gerakan dakwah dan gerakan keagamaan non-Islam sangat lah mencolok, contohnya agama kristen, dalam agama kristen terdapat ideologi paganisme yang memiliki arti penyembahan terhadap berhala sangat berbanding terbalik dengan agama Islam yang mengharamkan penyembahan terhadap sesuatu selain Allah Ta’ala. Pergerakan keagamaan non-Islam banyak mendapat sokongan dana dari perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan mereka, berbeda dengan gerakan dakwah, yang pergerakannya di persulit.








Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Melakukan Sidak Ruang Isolasi Pemudik di Kabupaten Kendal

NAMA   : M Fajri Sobah  NIM       : 1404016069 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Melakukan Sidak Ruang Isolasi Pemudik di Kabupa...