24 September 2018

Sosiologi Dakwah


Gerakan Dakwah
Makalah
Mata Kuliah : Sosiologi Dakwah
Dosen Pengampu: Suprihatiningsih, S.Ag, M.Si




Disusun Oleh :

Ahmad Nur Rosyid                     (1401026100)








FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2018






I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memliki penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak organisasi masa yang bergerak di dalam berbagai bidang. Tetapi banyak organisasi masa di Indonesia yang begerak pada bidang keagamaan, terutama agama Islam. Organisasi masa ini melakukan berbagai macam kegiatan untuk kepentingan umat Islam, seperti berdakwah, dalam bidang pendidikan, bantuan sosial, dan hal-hal yang positif lainnya.
Dari berbagai macam kegiatan yang di lakukan oleh organisasi masa Islam tersebut, yang di utamakan adalah berdakwah. Untuk terus menyebarkan kebenaran dan mengajak kepada amar ma’ruf nahyi munkar. Maka dari itu, organisasi masa Islam ini dapat di sebut sebagai gerakan dakwah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa nilai-nilai dasar dakwah?
2.      Bagaimana ideologi gerakan dakwah?
3.      Apa model-model gerakan dakwah?
4.      Bagaimana perbandingan gerakan dakwah dengan gerakan keagamaan non Islam?



II
PEMBAHASAN MATERI

A.           Nilai-nilai Dasar Dakwah
Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap kaum muslimin (fardhu ‘ain). Setiap muslim harus mengajak orang lain kepada kebeneran dan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar. Dakwah sendiri mempunyai nilai-nilai dasar yang harus di ketahui setiap orang yang ingin berdakwah. Nilai-nilai dasar dakwah yaitu:
1.      Kembali kepada syari’at
Untuk memecahkan persoalan hidup sebagai orang perseorangan atau persoalan hidup, hidup berumah tangga, bermasyarakat dan bersuku bangsa.
2.      Fungsi hidup
Sebagaihamba Allah yang berbagaijenis, bermacampolapendiriandankepercayaanyaknifungsisebagai : “syuhada-a alannaas” menjadipelopordanpengawasbagiumatmanusia.
3.      Tujuan hidup
Tujuanhidup yang hakikiyaituuntukmenyembah Allah.Tetapibukandalamartimeninggalkankehidupanduniawi. Yang dimaksudkanialahmenyembah Allah dalamartimemusatkanpenyembahankepada Allah SubhanahuWaTa’alasemata-matadenganmenjalanidanmengatursegalasegidanaspekkehidupan di duniaini, aspeklahirdanaspekbatin, sesuaikehendakilahi. (IdeologisasiGerakanDakwahEpisodKehidupan. hal. 61)

B.            Ideologi Gerakan Dakwah
Di Indonesia, banyak organisasi masa Islam atau gerakan dakwah yang terus berusaha untuk memajukan agama Islam. Gerakan dakwah ini diantaranya adalah Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahdlatul ‘Ulama, Al-Irsyad, dan masih  banyak gerakan dakwah lainnya. Mayoritas gerakan dakwah di Indonesia berideologi Ahlus sunnah wal jamaah, yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi masa islam tertua di Indonesia. Muhammadiyah lahir pada tanggal 18 Nopember 1912 di Yogyakarta, berkat seorang Mujadid bernama K. H. Ahmad Dahlan. Kelahiran Muhammadiyah merupakan bagian dari daya kreatif ummat Islam Indonesia. Oleh karena itu, sejarah perkembangan Muhammadiyah adalah dinamika dan mekanisme hubungan daya kreatif intelek manusia muslim dan berbagai persoalan hidupnya dengan norma ajaran Islam.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa dibalik kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah terdapat suatu kerangka berpikir yang rasional dan metodologis. Suatu kerangka berpikir yang merupakan pola sikap dan tindakan para pendukung organisasi tersebut.
Adapun landasan normatif ideologi Muhammadiyah adalah Q.S. Ali-Imran:104 (Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.).(K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam prespektif perubahan sosial. hal. 9)
Muhammadiyah merupakan gerakan reformasi. Gerakan reformasi merupakan upaya untuk memajukan masyarakat tanpa banyak mengubah struktur dasarnya. Gerakan semacam ini biasanya muncul di negara-negara demokratis, sebaliknya jarang terjadi di negara-negara yang tidak membenarkan perbedaan pendapat. (Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. hal. 198)

C.       Model-Model Gerakan Dakwah
Secara garis besar prinsip strategi keperjuangan Muhammadiyah terdiri dari beberapa konsep. Pertama, pendalaman akidah bagi pimpinan dan anggota. Kedua, memperluas wawasan pemahaman Islam. Ketiga, korektif dan musyawarah. Keempat, pengembangan keterbukaan dan kemerdekaan berpikir secara rasional. Kelima, dakwah Islam merupakan konsep umum pengembangan tata kehidupan Islam. Keenam, politik dalam pengertiannya yang luas merupakan sub-sistem dari konsep dan gerakan dakwah Islam. Oleh karena itu, Muhammadiyah bukan bagian dari suatu golongan atau partai politik tertentu. Ketujuh, penerbitan administrasi dan organisasi. Kedelapan, profesionalisasi dan spesialisasi sebagai metode pembagian kerja dan tugas dalam gerakan dakwah. Kesembilan, peningkatan mutu kehidupan sosial dan ekonomi anggota serta warga masyarakat antara lain dilakukan peningkatan mutu amal-usaha Muhammadiyah dibidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Kesepuluh, Ukhuwah Islamiyah sebagai prinsip hubungan kemasyarakatan. (Pemikiran K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Hal. 54)
     Muhammadiyah pun berpartisipasi di dalam berbagai bidang, diantaranya bidang agama, bidang pendidikan, dan bidang kemasyarakatan.
1.      Bidang agama
Dengan mengingat bahwa tugas Muhammadiyah adalah memurnikan ajaran Islam dari pengaruh-pengaruh sinkretisme, mistisisme, maka peranan Muhammadiyah dalam bidang agama sangat besar sekali. Muhammadiyah menyadari benar bahwa kebanyakan umat Islam khususnya di awal lahirnya gerakan ini belum mendalami benar nilai hakiki ajaran islam, apalagi menjalankan ajaran agama itu dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Muhammadiyah melakukan perbuaan baik (amar makruf) tidak berarti lain kecuali percaya sepenuhnya kepada keesaan Tuhan (Tauhid) dan menolak tindakan yang menyekutukan Tuhan (Syirik).
2.      Bidang pendidikan
a.       Sistem pendidikan pesantren
1)      Pondok
2)      Masjid
3)      Pengajaran kitab-kitab Islam klasik
4)      Santri
5)      Kyai
b.      Sistem pendidikan barat
Sistem pendidikan pesantren lebih menekankan pada dimensi religius-spiritual, namun pendidikan Barat lebih berfokus pada pengetahuan dan ketrampilan duniawi, yaitu pendidikan umum.
Dualisme sistem pendidikan sebagaimana yang di jelaskan di atas bagi Muhammadiyah dipahami sebagai suatu kondisi yang tidak menguntungkan. Dengan menyadari kondisi seperti itu maka Muhammadiyah mengambil langkah-langkah dalam upaya mewujudkan cita-citanya, yaitu lahirnya intelektual-ulama dan yang sekaligus ulama-intelektual. Untuk maksud tersebut Muhammadiyah memulainya dari gagasan Ahmad Dahlan  sendiri selaku  tokoh pendiri Muhammadiyah.
3.      Bidang kemasyarakatan
Perhatian pertama Muhammadiyah terhadap bidang kemasyarakatan dimulai dengan menetapkan suatu lembaga yang bernama Penolong Kesengsaraan Umat (PKU). Dalam rangka itu maka tugas Majelis PKU, yaitu lembaga yang membantu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam hal pelaksanaan program sosial-kemasyarakatan adalah: penyelenggaraan amal-usaha serta tugas pekerjaan persyarikatan dalam bidang kesejahteraan sebagai sarana dakwah.
Bidang garap Muhammadiyah dalam program kemasyarakatan ini memang sangat luas meliputi: rumah sakit, poliklinik, balai pengobatan, rumah bersalin, panti asuhan, panti jompo, BKIA, pusat kesehatan, apotik, dan lain-lain.
Dengan partisipasi yang telah dilaksanakannya itu Muhammadiyah membuktikan diri bahwa ia adalah gerakan pembaharuan bermotto “amar ma’ruf nahi munkar” yang memiliki kecintaan yang dalam terhadap masyarakat Indonesia secara menyeluruh. (Gerakan Pembaruan Muhammadiyah. hal. 60-75)

D.           Perbandingan Gerakan Dakwah dengan Gerakan Keagamaan Non Islam
Pergerakan dakwah islam dan non islam dapat dikatakan sangat berbeda. Perbedaan yang dimilikipun cukup jauh. Dikatakan demikian karena banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses dakwah yang dijalankan oleh masing-masing agama. Contohnya agama kristen, dalam agama kristen terdapat ideologi paganisme yang memiliki arti penyembahan terhadap berhala sangat berbanding terbalik dengan agama Islam yang mengharamkan penyembahan terhadap sesuatu selain Allah Ta’ala.
Gerakan keagamaan non-Islam ini banyak medapatkan sokongan dana yangsangat besar dari perusahaan-perusahan berikut: Microsoft, KFC, Coca-Cola, Nestle, dan berbagai perusahaan yang di bawah naungan orang-orang non-Islam. Tidak hanya itu, namun dalam pergerakan keagamaan non-Islam ini juga didukung kerjasama dengan radio, film, dan buku-buku pergerakan mereka. Pada tahun 1886 buku “ The Crissis of Missions” yang ditulis oleh Pierson dalam hanya 100 tahun terjemah-terjemah Alkitab bertambah dari 50 menjadi 250. Badan-badan misi dari 7 menjadi 100 misionaris dari 170 menjadi 3000. Kontribusi dari 250.000 dollar menjadi 10  juta dollar. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwasanya gerakan non-Islam maju dengan sangat pesat, sehingga pergerakan non-Islam semakin bertambah dan kuat.



III
PENUTUP

Kesimpulan
Dakwah memiliki nilai-nilai dasar yaitu kembali kepada syariat, fungsi hidup, dan tujuan hidup.
Gerakan dakwah di Indonesia sangat banyak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul ‘Ulama, Al-Irsyad, dan masih banyak lagi. Gerakan-gerakan dakwah tersebut bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah. Kelahiran Muhammadiyah merupakan bagian dari daya kreatif ummat Islam Indonesia. Oleh karena itu, sejarah perkembangan Muhammadiyah adalah dinamika dan mekanisme hubungan daya kreatif intelek manusia muslim dan berbagai persoalan hidupnya dengan norma ajaran Islam. Adapun landasan normatif ideologi Muhammadiyah adalah Q.S. Ali-Imran:104 (Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.).
Muhammadiyah pun berpartisipasi di dalam berbagai bidang, diantaranya bidang agama, bidang pendidikan, dan bidang kemasyarakatan.
Perbandingan gerakan dakwah dan gerakan keagamaan non-Islam sangat lah mencolok, contohnya agama kristen, dalam agama kristen terdapat ideologi paganisme yang memiliki arti penyembahan terhadap berhala sangat berbanding terbalik dengan agama Islam yang mengharamkan penyembahan terhadap sesuatu selain Allah Ta’ala. Pergerakan keagamaan non-Islam banyak mendapat sokongan dana dari perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan mereka, berbeda dengan gerakan dakwah, yang pergerakannya di persulit.








22 February 2018

SKENARIO FILM INDIE_INDIGO

INDIGO

  Oleh : AHMAD NUR ROSYID

SCENE 1. INT.  RUANG TV. PAGI
PAGI ITU DI RUANG KELUARGA SEMUANYA BERKUMPUL. IBU, AJAL, AGUNG DAN NADIA. HANYA AYAH YANG SEJAK TADI BELUM TERLIHAT. NADIA ASIK MELONGO DENGAN FILM KARTUN KESUKAANNYA , AGUNG ASIK DENGAN RUBIK DITANGANNYA DUDUK DISEBELAH ADIKNYA ITU. IBU MENYIAPKAN SARAPAN UNTUK KAMI. SEDANGKAN AKU HANYA DUDUK MENGAMATI MEREKA DI KURSI TENGAH. KEMUDIAN SENYUMKU MENGEMBANG KETIKA AYAH KELUAR DARI KAMARNYA.. AYAH MENUTUP PINTUNYA PELAN, IA MENGHAMPIRIKU SAMBIL MENGUSAP DAN MENCIUM  KEPALAKU.
AYAH
“Selamat Pagi Ajal anak kesayangan ayah, kenapa hanya duduk disini? Temani adik-adikmu disana.”
AJAL
(tersenyum) “selamat pagi ayah, (melirik kedua adiknya yang sedang menonton tv) Ajal nungguin ayah, dari tadi gak keluar-keluar”
KEMUDIAN AYAH MENGHAMPIRI YANG LAIN DENGAN SIKAP HANGAT DAN MEREKA TERLIHAT SANGAT SENANG
IBU
“Anak-anak, makanan sudah siaapp, cepat kemari, kita makan bersama-sama. Ajal... kemari nak.. agung sama nadia juga, matikan dulu tv-nya nak.”
NADIA
“Ibuu.. kak agung pelit gak mau minjemin nadia rubiknya”
IBU
“Iya nanti dipinjemin, tapi ayo makan dulu sayang”
SEMUANYA SUDAH DI MEJA MAKAN, IBU, AKU, AGUNG, NADIA, DAN JUGA, AYAH. KAMI MAKAN BERSAMA .
AYAH
Ajal, makan yang banyak biar kamu sehat”
AJAL
(hanya mengangguk sambil tersenyum)

SCENE 2. INT. KAMAR IBU. MALAM
MALAM ITU AJAL TERBANGUN, IA HENDAK KE KAMAR MANDI. IA MELEWATI KAMAR IBU, DAN MENDENGAR SUARA TANGISAN DARI DALAM KAMAR.
AJAL
“Ibuu.. “ (sambil memegang gagang pintu dan membukanya perlahan)
AJAL MENEMUKAN IBUNYA SEDANG DUDUK DI MEJA RIAS, MEMELUK BINGKAI FOTO KELUARGA  SAMBIL MENANGIS. LALU MATANYA MELIHAT SEKITAR DAN MENEMUKAN AYAH DUDUK DI RANJANG SAMBIL MENUNDUK. AKHIRNYA IA TIDAK BERANI MASUK. IA LANGSUNG MENUTUP PINTU PELAN DAN MELENGGANG PERGI.
IBU
“Kenapa rasanya berat sekali membesarkan mereka?!, (menangis tersedu) kamu tidak tau kan, betapa  susah payahnya aku merawat mereka, banyak kebutuhan mereka yang harus kupenuhi, aku harus banting tulang mencari uang..” (kembali memeluk bingkai foto)
SCENE 3. INT/EKS. RUANG TENGAH/TERAS. PAGI
AGUNG

“Ibu, ibu lihat bukunya agung yang merah gak?”

IBU
“Kamu taruh dimana sih kemarin? Makanya kalau naro apa-apa jangan sembarangan”
AGUNG
“Enggak bu, agung taro di meja ini. Nadia... lihat buku kakak yang merah gak?”
NADIA
(ssetengah berlari dari kamar) “ini kak... kemarin nadia pinjem satu Buat main”
AGUNG
“Nadia !!! kakak kan udah bilang, jangan ngambil barang kakak tanpa ngmong dulu ! kakak udah kesiangan ini !!!”
KEMUDIAN AGUNG MELENGGANG KELUAR DAN MEMAKAI SEPATU DI TERAS DI DEPAN KAKAKNYA YANG SEDANG DUDUK
IBU
“Aguung.... Nadianya jangan ditinggal ! anterin nadia dulu”
AGUNG
“Maaf ibu, agung udah telat banget, agung berangkat duluan yah”
NADIA YANG DIBENTAK KAKAKNYA LANGSUNG MENANGIS, KARENA KESAL KEPADA ADIKNYA ITU, AGUNG ENGGAN MENGANTARKAN NADIA KESEKOLAH SEPERTI BIASANYA. IA BERANGKAT TERLEBIH DAHULU MENINGGALKAN NADIA. KEMUDIAN AJAL MASUK MENGHAMPIRI ADIKNYA YANG MENANGIS.
IBU
“Sudah sudahh.. nadia gak usah nangis, berangkat sama kak Ajal yah?”
NADIA
(mengangguk)

RIAN
(mengusap air mata nadia dan merapikan rambutnya)

SCENE 4. INT. KELAS. SIANG
JAM ISTIRAHAT SUDAH HAMPIR SELESAI, TAPI DARI PINTU RUANG GURU, PAK HENDRO MEMANGGIL AGUNG YANG SEDANG BERJALAN MENUJU KELAS.
PAK HENDRO
“Agung, sini nak.. “
AGUNG
“Iyah pak hendro, ada apa ya pak ?”
PAK HENDRO
“Sini bapak kasih bocoran,”
AGUNG
“Bocoran apa yah pak?
PAK HENDRO
“Congratulation agung, kamu berhasil lolos seleksi masuk keperguruan tinggi yang bonafit”
AGUNG
“Hah??  Serius pak ?!”
PAK HENDRO
“Yaiyalah, masa saya bohong sama murid kesayangan saya”
AGUNG
“Alhamdulillah ya allah”
PAK HENDRO
“Ayahmu di surga pasti bangga gung sama kamu. Kamu anak yang berprestasi”

AGUNG
(hanya tersenyum)


~END~

05 November 2017

SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU

SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU


Resume
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Logika
Dosen Pengampu Dr. Ilyas Supena, S.S., M. Ag.
Di susun oleh :
Ahmad Nur Rosyid    (14010260100)

 


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG

2016




Judul Buku     : Logika
Penulis           : Drs. H. Mundiri
Penerbit          : Jakarta, Rajawali Pers
A.    Silogisme Bukan Bentuk Baku
Semua contoh silogisme kategorik yang telah kita bicarakan adalah silogisme dalam bentuk standar, yakni silogisme yang terdiri dari tiga proposisi, tiga term, dan konklusinya selalu disebut sesudah premis-premisnya. Akan tetapi, bentuk standar ini dalam pembicaraan sehari-hari jarang digunakan. Kelainan dari bentuk standar dapat terjadi karena:
1.      Tidak menentu letak konklusinya
2.      Atau disana seolah-olah terdiri lebih dari tiga term
3.      Atau hanya terdapat dua premis tanpa konklusi atau hanya terdapat satu premis dan satu konklusi
4.      Atau karena proposisinya lebih dari tiga.

1)      Tidak Menentunya Letak Konklusi
Dalam bentuk baku, konklusi selalu disebut paling akhir tapi sering terdengar ungkapan serupa:
-          Hanako pasti rajin karena ia adalah teknisi jepang dan semua teknisi jepang adalah rajin
-          Semua professor adalah cerdas, maka hasan tentu cerdas karena ia adalah seorang profesor
Pada contoh pertama konklusi disebut paling awal sedangkan pada contoh kedua
pada pertengahan. Contoh tersebut bila kita kembalikan pada bentuk standar adalah:
semua teknisi jepang adalah rajin.
Hanoko adalah teknisi jepang.
Jadi: hanoko adalah rajin.
Semua profesor adalah cerdas.
Hasan adalah professor
Jadi: hasan adalah cerdas.
Sekarang marilah kita analisis bentuk silogismeserupa dari argument berikut:
Oleh karena setiap mahasiswa UIN mengerjakan shalat ia tentu mahasiswa UIN karena ia
mengerjakan shalat.
Langkah pertama dalam menganalis argumen serupa adalah menentukan konklusinya. Proposisi yang berfungsi sebagai konklusi biasanya ditandai kata: maka, jadi, tentu, karena itu, oleh karena itu, oleh karena itu maka, dan sebagainya. Bila indikator-indikator itu tidak ada maka penentuannya berdasarkan kecerdasan kita. Setelah kita temukan konklusinya maka proposisi yang tersisa pasti adalah premis-premisnya. premis biasanya ditandai dengan ‘karena’ atau ‘oleh karena’ tetapi tidak pernah dengan ‘itu’, sebab ‘oleh karena itu’ adalah indikator konklusi. Sekarang kita tinggal menentukan mana premis mayor dan mana premis minor. Ini tidak sukar karena premis yang termnya menjadi subyek pada konklusi tentulah premis minor sedangkan premis yang termnya menjadi predikat konklusi tentulah premis mayor. Dengan langkah serupa maka silogisme di atas dapat kita kembalikan pada bentuk standar menjadi:
Setiap mahasiswa UIN mengerjakan shalat.
Suci mengerjakan shalat.
Jadi: suci adalah mahasiswa UIN.
Bila kita perhatikan, argumen tersebut tidak benar, karena kedua mediumnya tidak tertebar, jadi melanggar patokan.Dalam kenyataan argument tersebut segera kita ketahui kesalahannya karena ternyata banyak orang mengerjakan sholat tetapi ia bukan mahasiswa UIN.
2)      Seolah-olah Terdiri Lebih dari Tiga Term
Pada silogisme bentuk standar kita ketahui bahwa ia hanya terdiri tiga term, yaitu term mayor, term minor dan term penengah. Apabila terdiri lebih dari tiga term maka akan melahirkan kesimpulan yang salah. Tetapi dalam kenyataan kita sering menjumpai bentuk silogisme yang memiliki lebih dari tiga term. Bentuk ini akan melahirkan konklusi yang sah dengan syarat:
a.       Apabila dua term diantaranya mempunyai pengertian sama, seperti:
Semua manusia adalah tidak kekal.
Sokrates adalah manusia.
Jadi sokrates adalah fana.
Disini antara ‘tidak kekal’ dan ‘fana’; mempunyai pengertian yang sama, maka argument tersebut sah. Argumen itu dapat pula dinyatakan:
Semua manusia adalah tidak kekal.
Sokrates adalah manusia.
Jadi: sokrates pada suatu hari akan mati.
Argumen berikut meskipun tampaknya terdiri lebih dari tiga term, tetapi absah:
Semua logam dapat menghantarkan panas.
Seng adalah logam
Jadi: seng mampu menghantarkan panas.
b.      Apabila term tambahan hanya merupakan pembuktian atau penegasan dari proposisinya, seperti:
Semua pahlawan adalah agung karena ia mau berkorban untuk kepentingan umum.
Diponogoro adalah pahlawan.
Jadi: diponogoro adalah agung.
3)      Proposisinya Kurang dari Tiga
Dalam ungkapan sehari-hari dalam radio, surat kabar, buku-buku dan pidato-pidato jarang sekali digunakan silogisme yang disebut keseluruhan proposisinya. Orang sering benar tidak menyatakan salah satu proposisinya, ada kalanya premis mayor, ada kalanya premis minor dan ada kalanya konklusi. Silogisme kategorik yang tidak dinyatakan salah satu proposisinya disebut entimem.
Tiga macam bentuk entimem yaitu:
·         Entimem premis mayor tidak dinyatakan, seperti:
Ini salah, jadi harus diperbaiki.
Bila dikembalikan dalam bentuk standar menjadi:
Semua yang salah harus diperbaiki.
Ini salah, jadi:
Ini harus diperbaiki.
·         Entimem premis minor tidak dinyatakan, seperti:
Ia berhak bersuara, karena semua anggota MPR berhak bersuara.
Bila kita kembalikan dalam bentuk standar, menjadi:
Semua anggota MPR berhak bersuara.
Ia anggota MPR, jadi:
Ia berhak bersuara.
·         Entimem karena konklusi tidak dinyatakan, seperti:
Semua profesor luas pengetahuannya dan ia seorang professor.
Bila dikembalikan dalam bentuk standar, menjadi:
Semua profesor luas pengetahuannya.
Ia adalah seorang profesor, jadi:
Ia luas pengetahuannya.
Untuk menguji abash tidaknya entimem jauh lebih sulit dibanding silogisme
kategorik bentuk standar. Kita perlu menyatakan dahulu proposisi yang tersembunyi,
kemudian kita terapkan patokan yang ada, abash atau tidak. Mengembalikan
pernyataan sehari-hari dalam bentuk silogistik serta menguji keabsahannya., adalah
latihan yang sangat berharga untuk membentuk daya analitik yang tajam dalam
menilai argument sehari-hari.
“ia adalah seorang komunis karena berpendapat demikian”
           Selintas argument tersebut tidak membawa keberatan apa-apa, tetapi menjadi lain manakala kita kembalikan pada bentuk standar. Pertama kita analisis dahulu untuk menemukan konklusinya.’ia adalah komunis’ tentulah konklusinya.’ia’ adalah subyek dan ‘komunis’ adalah predikat. Kita ingat bahwa subyek konklusi diturunkan dari premis minor.Dengan demikian proposisi ‘ia berpendapat demikian’ (dalam pernyataan semula hanya disebut karena pendapat demikian) adalah premis minor.Sekarang bisa kita ketahui bahwa yang tidak dinyatakan adalah premis mayornya.Bagaimanakah bunyi proposisipremis mayornya?Kita ingat bahwa predikat konklusinya diturunkan dari premis mayor.Jadi term ‘komunis’ merupakan bagian dari proposisi premis mayor. Dengan melihat pada predikat premis minor, maka dapat kita ketahui bahwa bunyi proposisi premis mayornya adalah ‘semua orang komunis berpendapat demikian’. Argument di atas apabila kita susun dalam bentuk standar menjadi:
Semua orang komunis berpendapat demikian.
Ia berpendapat demikian. Jadi:
Ia seorang komunis.
Bila kita perhatikan, silogisme tersebut tidak sah, sebab middle term tidak satupun
tertebar, jadi menyalahi patokan.
4)      Proposisi Lebih dari Tiga
Sering terjadi suatu persoalan tidak dapat diselesaikan dengan pertolongan satu silogisme.Premis-premisnya ada kemungkinan membutukan beberapa argument untuk mendukungnya. Hal ini menyebabkan terjadinyaserangkaian silogisme yang bertalian erat satu sama lain. Argument yang terdiri dari serangkaian silogisme kategorik disebut Sorite.Pada sorite, konklusi silogisme pertama menjadi premis pada silogisme selanjutnya. Contoh:
Semua perempuan berambut pirang adalah wanita cantik.
Sebagian guru adalah perempuan berambut pirang.
Jadi: sebagian guru adalah wanita cantik.
Semua guru adalah manusia terdidik.
Jadi sebagian manusia terdidik adalah wanita cantik.
Dalam permbicaraan sehari-hari jarang sekali sorite diungkapkan seluruh
proposisinya seperti di atas. Ada kecenderungan memadatkan sorite itu dengan tidak
menyebut salah satu atau beberapa proposisinya. Contoh di atas sering hanya
dinyatakan sebagai berikut:
Semua perempuan berambut pirang adalah wanita cantik.
Sebagian guru adalah perempuan berambut pirang.
Semua guru adalah manusia terdidik.
Jadi sebagian manusia terdidik adalah wanita cantik.
Kadang-kadang sorite tidak hanya tersusun dari dua silogisme kategorik, tetapi lebih,
Seperti:
Ini kayu.
Tiap kayu adalah tetumbuhan.
Jadi ini adalah tetumbuhan.
Tiap tetumbuhan bertumbuh.
Jadi ini bertumbuh.
Setiap yang bertumbuh membutuhkan makanan.
Jadi ini membutuhkan makanan.
Semua yang membutuhkan makanan adalah tidak abadi.
Jadi ini tidak abadi.
Dalam pembicaraan sehari-hari silogisme ini hanya dinyatakan sebagai berikut:
Ini kayu.
Setiap kayu adalah tetumbuhan
Setiap yang bertumbuh membutuhkan makanan
Setiap yang membutuhkan makanan adalah tidak abadi
Jadi ini tidak abadi.
Dengan memperhatikan contoh sorite di atas ternyata, konklusi silogisme pertama menjadi premis pada silogisme selanjutnya, dan konklusi silogisme kedua juga menjadi premis pada silogisme ketiga, demikian selanjutnya.
Pada sorite yang tidak dinyatakan beberapa proposisinya, ternyata predikat pada proposisi pertama selalu menjadi subyek proposisi selanjutnya.Kesimpulannya, subyek proposisi pertama dihubungkan dengan predikat proposisi terakhir.
Pada sorite jenis ini, predikat proposisi yang lebih awal harus dituliskan keseluruhan termnya tidak boleh dipotong. Apabila term predikat ada kata tidak disebut dalam proposisi selanjutnya, akan mengakibatkan kekeliruan, seperti:
Hasan memukul budi.
Budi memukul marno, jadi:
Hasan memukul marno.
Predikat pada proposisi pertama adalah ‘memukul budi’ tetapi dalam proposisi selanjutnya dituliskan ‘budi’ saja. Kekeliruan ini dapat dilihat dalam contoh berikut:
Manusia makan daging ayam.
Ayam makan kotoran, jadi:
Manusia makan kotoran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Melakukan Sidak Ruang Isolasi Pemudik di Kabupaten Kendal

NAMA   : M Fajri Sobah  NIM       : 1404016069 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Melakukan Sidak Ruang Isolasi Pemudik di Kabupa...